Manusia , Kegelisahan dan Harapan



MANUSIA DAN KEGELISAHAN

PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala; memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah munmg atau sayu, malas bicara; dan lain-lain.
Kegelisahan menipakan salah satu elcspirsi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.


(a). Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
Kenyataan yang pemah dialami seseorang misalnya pemah terkejut waktu diketahui dipakaiannya ada kecoa. Keterkejutannya itu demikian hebatnya, sehingga kecoa merupakan binatang yang mencemaskan. Seseorang wanita yang pemah diperkosa oleh sejumlah pria yang tidak bertanggung jawab, sering ngeri melihat pria bila ia sendirian, lebih-lebih bila jumlahnya sama dengan yang pemah memperkosanya. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pemah dialami sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya. (b). Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :


(1) Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa seseuatu yang hebat akan terjadi.

(2) Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenamya dari obyek
yang ditakutkannya. Misalnya seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya. Dalam suatu pertengkaran ia memecahkan balon adiknya, sehingga ia mendapat hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.

(3) Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan din yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego dan superego melarangnya.

(c). kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki bennacam-macam emosi antara lain: hi, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pemyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.


B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.


C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama hams mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita hams bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena is merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu hams bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.


D. KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pemah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga is tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.


E. KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pemah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
Contoh
Pangeran Sidharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian, dan ketidakpastian. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan istana dengan keadaan luar istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana pergi ke tempat yang sepi, mencari hakekat hidup.


F. KETIDAKPASTIAN
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Ketidakpastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah. lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya.


G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan.


1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.


2. Phobia
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.


3. Kompulasi
Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.


4. Histeria
Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dan sikap orang lain.


5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :


a. Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitamya jelek. Seseorang yang mengalami delusi persekusi tidak mau mengenal tetangga kifi kanan karena menganggap jelek.
b. Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti itu biasanya gila honnat. Menganggap orang-orang disekitamya sebagai orang-orang tidak penting. Akhimya semua orang menjauhi juga.
c. Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium trements, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak tericuasa lagi.
Contoh :
Pak Joyo orang kampung pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk diminta kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, is gemetar, keringat dingin mengucur, ditanya ini itu tak bisa menjawab, mulutnya gemetar. Akhimya jaksa tak memperoleh kesaksian apa-apa darinya.


6. Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti din orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinai orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasamya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini nampak dalam perbuatan perbuatan penderita. ( penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri)


7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya: gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bemafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri.

Contoh :
Dalam liburan, seperti biasa Samsulbahri pulang ke kampungnya, dan biasa pula setiap pulangnya Samsul bennain ke rurnah Nurbaya, bekas pacamya. Kedatangan Samsul di nimah Nurbaya ialah untuk mengulang cintanya. Pada saat itu terketahuilah Samsulbahri oleh Datuk Maringgih, suami Nurbaya. Melihat itu Samsul bahkan menghamtam si tua bangka itu. Siti Nurbaya menjerit histeris. Jeritan itu terdengar oleh ayah Nurbaya; ayah Nurbaya keluar melihat kejadian itu gemetar, jatuh terus meninggal ( Siti Nurbaya, Marah Rusli )


H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maim jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.



Manusia dan Harapan
A. Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

B. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
  1. Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
  2. Dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam – macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manuis itu ialah :
a)      Kelangsungan hidup (survival)
b)      Keamanan (safety)
c)      Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)      Diakui linkungan (status)
e)      Perwujudan cita – cita (self actualization)
C. Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal – hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada beberapa kalimat yang dapat kita perhatikan :
  • Ia tidak percaya pada diri sendiri.
  • Saya tidak percaya ia berbuat seperti itu, berita itu kurang dapat dipercaya.
  • Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah.
  • Kita harus percaya akan nasehat – nasehat yang berasal dari Al-qur’an.
Dengan contoh berbagai kalimat diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.
D. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
  1. Kepercayaan pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang, dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
  2. Kepercayaan kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai atau terhadap kebenaran orang lain.
  3. Kepercayaan kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara.
  4. Kepercayaan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
  1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
  2. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
  3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
  4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  5. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya


Manusia dan Pandangan Hidup



1. Jelaskan masing-masing unsur ideologi bagi masyarakat di bawah ini:
a.) Pandangan Hidup
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:
  • Pandangan hidup yang berasal dari agama, pandangan hidup yang mutlak sifat kebenarannya.
  • Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
  • Pandangan hidup hasil dari renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

b.) Nilai-nilai
Nilai-nilai adalah sesuatu yang berguna dan baik yang di cita-citakan dan dianggap penting oleh setiap orang yang berpengaruh terhadap dirinya dan lingkungan masyarakat, sebuah hal yang harus ada di setiap orang dan lingkungan yang didiaminya agar dapat membentuk sebuah pandangan hidup dan norma-norma untuk menjadikan sebuah bangsa menjadi maju berkat perkembangan masing-masing anggota masyarakatnya.
c.) Norma-norma
Norma-norma adalah sebuah peraturan yang berlaku pada sebuah lingkungan yang membuat batasan-batasan moril bagi tiap manusianya yang menghuni sebuah daerah tertentu. Hal ini dapat menjadikan sebuah batasan yang akan menjaga kedamaian suatu wilayah dan menjadikannya sebauh lingkungan sehat yang berkembang yang membuat berkembangnya masyarakat menjadi maju.

2. Jelaskan tentang pengertian tentang cita-cita. Adakah manusia yang hidup cita-cita?
Cita-cita adalah sebuah keinginan sebuah hal yang sangat ingin di wujudkan dimasa yang akan datang yang menjadi tolak ukur kehidupan bagi seseorang, yang membuat sebuah semangat dalam menjalani kehidupan yang berisi impian diikuti dengan nilai, norma, dan pandangan hidup. Pada diri seseorang pasti terdapat cita-cita hanya saja tingkatannya ada yang rumit dan sederhana, besar dan kecil, ringan dan berat, atau bernilai atau tidak. Itu semua tergantung pada tumbuh kembang seseorang banyak faktornya mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, dan hal-hal yang akan membentuk dirinya seperti nilai, norma, dan pandangan hidup. Diantara sekian banyak manusia ada yang tidak mempunyai cita-cita yaitu orang yang sudah kehilangan “Akal pikiranya”.

3. Ada 3 kategori keadaan hati seseorang, yaitu keras, lunak, dan lemah. Coba uraikan masing-masing!
a.) Keras, adalah sebuah kondisi dimana dalam diri orang tersebut menjadi sangat tegang penuh dengan rasa emosional baik itu berkaitan dengan sebuah rasa duka atau pun senang. Yang akan membentuk sifat dan pola pikir yang sanagt kuat dalam mengambil sebuah keputusan atau dalam menjalani hidup ini.
b.) Lunak, adalah sebuah kondisi yang mana seseorang sedang dalam keadaan yang aman tidak ada sebauh ancaman emosional yang mengganggu dirinya. Dapat dengan baik dalam mengambil sebuah keputusan atau dalam menjalani hidup dengan senang dan damai.
c.) Lemah, adalah sebuah kondisi dimana seseorang sedang dalam keadaaan tidak sehat baik jasmani dan rohani, bisa juga disebabkan dengan sebuah masalah seperti kalah dalam sebuah permainan, kesalahan dalam pengambilan keputusan, kehilangan hal yang dicintai,dll.

4. Apa arti kebajikan, dan apa hubungannya dengan tindakan moral?
Kebajikan adalah sebuah hal baik, sebuah tindakan yang dilakukan seseorang baik untuk dirinya atau orang lain. Hubungannya dengan tindakan moral adalah dimana seseorang dengan moral yang baik dapat mengetahuai mana saja hal yang seharusnya ia lakukan dan tidak, dapat melihat kebajikan untuk dilakukan dengan sesama umat manusia.

5. Manusia sebagai makhluk sosial tentu saling membutuhkan dan saling menolong. Tetapi mereka juga saling mencurigai dan merugikan sesamanya. Jelaskanlah hubungan keduanya!
Di dunia ini ada baik dan salah dan itu selalu berdampingan seperti dua buah sisi mata koin. Seseorang yang baik tentu akan saling tolong menolong dia sadar akan kodratnya sebagai makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri. Tetapi kadang seseorang saling bermusuhan, mencurigai, dan merugikan satu sama lain. Itu karena mereka mempunyai hasrat bersaing yang tak sehat dimana segala cara di halalakan dan kurangnya sebuah nilai, norma, dan pembentukan pandangan hidup dari kecil yang menyebabkan hilangnya kebajikan dalam diri orang tersebut.

6. Untuk mengetahui suatu kebajikan, kita melihat tiga segi, jelaskanlah!
a.) Manusia sebagai pribadi.
Setiap manusia akan mempunyai kehidupan masing-masing, dimana pribadi seseorang merupakan perkembangan dari sejak lahir. Bagaimana dia belajar, memperhatikan lingkungan sekitarnya mulai dari yang terdekat yaitu lingkungan keluarga yang akan membentuk sifat dasar tersebut. Yang nantinya ketika dewasa mereka akan terbentuk menjadi seorang dengan kepribadian yang mengandung nilai, norma, dan pandangan hidup yang menentukan sebuah pilihan antara kebajikan atau kebatilan.
b.) Manusia sebagai anggota masyarakat.
Disini adalah tempat dimana pribadi-pribadi berkumpul dan saling berinteraksi untuk membentuk sebuah lingkungan yang di dalamnya terdapat hal-hal yang saling menguntungkan satu sama lain. Disini hal-hal yang terbentuk dari kecil hingga dewasa mulai diperlihatkan untuk di terapkan dalam kehidupan bermasyarakat dimana pribadi dengan nilai, norma, dan pandangan hidup yang baik dapat berinteraksi dengan sesama, dengan baik dan dapat membangun sebuah sistem kemasyarakatan yang baik pula.
c.) Manusia sebagai makhluk Tuhan.
Manusia mempunyai sebuah acuan dalam hidupnya sebuah pandangan sebuah pegangan yaitu, kitab suci yang di dalamnya banyak mengajarkan tentang kebajikan yang menjadi dasar dari kehidupan ini. Disini manusia akan sangat membutuhkan hubungannya dengan Tuhan dikarenakan ini yang akan menjadi pegangan atau acuan ketika mereka mengalami hal-hal yang sudah tidak dapat di selesaikan. Ini adalah kodratnya manusia untuk berhubungan dengan Tuhan dan berhubungan dengan sesama manusia seperti mereka dalam lingkungan masyarakatnya.

7. Sikap hidup biasanya tergantung pada pribadi dan lingkungannya, uraikan dan contohkan tentang sikap-sikap hidup yang muncul karena pengaruh lingkungan!
a.) Sikap Baik (jujur, tulus, ikhlas, sosial, tenggang rasa antar sesama, dll).
Sikap ini akan timbul jika dimulai dari lingkungan keluarganya dengan orang tua nya mengajarkan bahwa pentingnya sebuah kejujuran untuk di terapkan dalam kehidupan ini. Di tambah lagi dengan adanya sebuah lingkunagn yang mendukung maka akan terbentuk selamanya dalam diri sendiri dan dapat diterima berada di lingkungan manapun, serta dapat menumbuhkan sebuah ikatan yang saling mempercayai dan menghargai satu-sama lain.
b.) Sikap Jahat (dengki, iri hati, buruk sangkan, emosional, individualis, dll).
Sikap ini akan lahir dari sebuah lingkungan yang kurang baik dimulai dari keluarga seperti contoh, perceraian orang tua, orang tua yang menunjukan prilaku kriminal di depan anaknya, kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua, dan kurangnya mendapat pengarahan dari lingkungan sekitarnya di saat kecil seperti sekolah,dll. Dan pada saat dewasa dapat merusak sebuah tatanan lingkungan masyarakat yang baik dikarenakan sikap seperti ini tidak memandang asas hubungan manusia dengan Tuhan.
8. Di dalam diri manusia terdapat sikap hidup etis dan non etis, jelaskan!
a.) Sikap Etis, adalah sebuah sikap yang wajar dilakukan oleh seseorang sebuah sikap yang merupakan efek dari sesuatu yang masih masuk dalam akal pikiran yang jika dilakukan apapun itu baik atau buruk, hal tersebut masih bisa msuk untuk di terima akal sehat.
b.) Sikap Non Etis, adalah sebuah sikap yang tidak wajar dilakukan oleh seseorang sebuah sikap yang merupakan efek dari sesuatu yang masuk dalam akal pikiran yang tidak sesuai jika dilakukan apapun itu baik atau buruk, hal tersebut tidak bisa untuk di terima akal sehat.

9. Apakah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia? uraikan dan jelaskan!
Pandangan hidup bangsa indonesia adalah Pancasila, dimana ini dirumuskan dan disah kan ketika Indonesia merdeka dan di jadikan pandangan hidup bangsa ini sampai saat ini. Di dalam pandangan hidup ini masyarakat indonesia mempunyai beberapa ciri khas yang diambil dari buah pemikiran tokoh di masa lalu. Diantaranya menjaga kerukunan antar umat beragama, bersama-sama menjaga perdamaian dunia, memberikan kebebasan umat beragama, saling tolong-menolong, dll. Bersama-sama membangun bangsa ini dimulai dengan diri sendiri dengan cara mematuhi norma-norma yang berlaku, menghormati dan menerapkan nilai-nilai yang ada serta mempunyai pandangan hidup yanga baik, berdasarkan asas hubungan manusia ndengan Tuhan, dan manusia dengan sesamanya. Dimana ketika seseorang manusia menyadari asas ini dia akan menjaga sebaik mungkin hubungannya baik itu dengan Tuhannya dan sesama manusia dengan berbuat banyak kebajiakan sesuai dengan ajaran agama yang merupakan bagian untuk pendekatannya kepada Tuhan, ini akan menciptakan pula hubungan yang harmonis dengan sesama manusia dan dalam sebuah lingkungan yanga akan membuat berkembangnya negara ini dimulai dengan pribadi masing-masing, lingkungannya dan negaranya.